Warga Tanjung Pauh KM 32 kecamatan Mestong “Murka” Blokir Jalan , Tuntut Pengusaha Tambang Partisipasi Perbaiki Jalan
Muaro Jambi
Warga Tanjung Pauh Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi ” MURKA” puluhan warga blokir jalan dan tuntut pengusaha tambang, ikut perbaiki jalan hal ini sering terjadi di beberapa daerah tambang.
Dari info yang beredar, pola tuntutannya mirip dengan yang terjadi di daerah lain juga
Warga resah Jalan rusak parah
Jalan umum yang dilalui truk tambang jadi cepat rusak, berlumpur, berdebu. Padahal itu akses warga sehari-hari ke kebun, sekolah, pasar
Dampak lingkungan
ada keluhan air sungai keruh/gatal, banjir karena sedimentasi, kebun warga terendam
Keselamatan dan kemacetan
Truk tonase besar lewat tiap hari, bikin macet, rawan kecelakaan, dan menimbulkan debu
Tuntutan warga ke pengusaha tambang Ikut andil perbaiki jalan yang rusak karena dilewati truk hauling
Bangun jalan khusus hauling atau flyover/underpass biar tidak lewat jalan umum
Penyiraman rutin dan kebersihan jalan biar tidak berdebu dan licin
Kompensasi kalau ada kerugian seperti kebun gagal panen
Transparansi dan mediasi dengan pemerintah daerah, warga, dan perusahaan
Perusahaan kadang beralasan biaya perbaikan untuk “operasional” atau izin perbaikan masih proses
Rujukan: UU Minerba No.3/2020, UU Lingkungan No.32/2009
” kami warga menuntut pengurus dan pemilik tambang turun dan mau memperbaiki jalan di tanjung pauh yg rusak akibat aktifitas angkutan batu bara yg lewat setiap hari
Menurut warga yg di temui awak media mengatakan, kami tidak meminta apa-apa cuma menuntut pihak pengusaha tambang turun dan memperbaiki jalan,kami sudah bosan dengan janji-janji pemilik tambang mau memperbaiki jalan
Kami hanya menikmati kemacetan, kerusakan dan debu batu setiap hari
Sampai berita ini di terbit kan belum ada satu pun urusan dari pihak pengurus dan pengusaha tambang yang turun di luar angkutan batu bara di perbolehkan kan lewat dan di atur warga setempat
Semoga ada solusi dari pihak tambang dan demi kelancaran bersama untuk memperbaiki jalan” ungkap salah satu warga
Dibaca: 391
No comments yet.