Pelaku Pembunuhan Yoyok Afriyani Tewas Ditembak Polisi, Keluarga Korban Sambut Lega
Batanghari – Setelah satu tahun buron, Hairul, warga Desa Padang Kelapo, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, yang menjadi pelaku pembunuhan terhadap istrinya sendiri, Yoyok Afriyani, akhirnya tewas dalam baku tembak dengan polisi. Kematian Hairul sekaligus mengakhiri panjangnya yang penuh perlawanan bersenjata terhadap aparat.
Keberhasilan aparat kepolisian mengungkap dan menangkap Hairul diterima dengan rasa lega oleh keluarga almarhumah Yoyok. Selama ini, mereka memendam kesedihan yang mendalam dan menanti kedamaian yang ditegakkan.
Ratna Ningsih, kakak mendiang Yoyok, menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja keras jajaran Polres Batanghari dan Polsek Maro Sebo Ulu yang akhirnya berhasil mengungkap kasus tersebut.
“Kami atas nama keluarga mengucapkan rasa terima kasih kepada Kapolres Batanghari dan Kapolsek Maro Sebo Ulu atas menangkapnya Hairul yang melakukan pembunuhan terhadap adik kami,” ujar Ratna Ningsih mewakili keluarga.
Dalam proses penangkapan yang berlangsung banyak, polisi berapa kali melakukan upaya penyergapan. Namun Hairul selalu melawan dengan senjata api rakitan yang dimilikinya. Menurut Kasat Reskrim Polres Batanghari, AKP Pahri, setidaknya empat kali gagal menangkap Hairul karena ia selalu melakukan perlawanan bersenjata.
“Kita sudah memberikan peringatan tembakan, namun pelaku tetap menembakkan senjata apinya ke arah petugas, hingga akhirnya kita melakukan tindakan tegas, terarah, dan terukur yang mengakibatkan Hairul terbunuh di tempat,” terang AKP Pahri.
Dari lokasi kejadian, polisi menyita enam pucuk senjata api rakitan milik Hairul. Rinciannya, empat senjata laras panjang dan dua senjata laras pendek, yang seluruhnya dalam kondisi aktif dan siap pakai.
Kasus ini menutup babak panjang pelarian pelaku pembunuhan yang sempat membuat geger warga dan meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban. Kini, meski sang pelaku harus meregang nyawa, pihak keluarga Yoyok Afriyani merasa keadilan akhirnya ditegakkan.
Dibaca: 148
No comments yet.