5506 SHM YANG DIBLOKIR, PEJUANG ZONA MERAH E 63 TAHUN WAFAT KELELAHAN DI TENDA AKSI – BERUJUNG DUKA
*KOTA JAMBI* – Aksi unjuk rasa damai yang digelar rakyat untuk memperjuangkan haknya atas diblokirnya *5.506 Sertifikat Hak Milik (SHM)* milik warga di 7 Kelurahan di Kota Jambi, berujung duka mendalam dan menggemparkan.
Seorang pejuang Forum Zona Merah, *Pria EL (63 Tahun)* warga Simpang III Sipin, meninggal dunia saat berkumpul di tenda unjuk rasa yang mereka dirikan untuk memperjuangkan hak atas tempat tinggal mereka.
Kapolsek Kota Baru *AKP Riko Saputra, S.H., M.H.* membenarkan peristiwa duka tersebut.
“Benar, meninggalnya peserta aksi unjuk rasa di lokasi tenda yang dibuat mereka. Faktor usia dan kelelahan. Aksi unjuk rasa direncanakan berlangsung selama 4 hari di wilayah Kenali Asam Bawah. EL warga Simpang III Sipin sempat dibawa ke RS Mitra namun tidak tertolong diduga serangan jantung mendadak,” ungkap AKP Riko.
EL diduga kelelahan setelah berjibaku di bawah terik, berjuang menyuarakan hak. Ia tumbang di tenda perjuangannya sendiri.
Aksi yang seharusnya menjadi ruang rakyat menuntut keadilan, kini berakhir dengan duka mendalam. Satu warga yang turut aksi unjuk rasa meninggal di tenda perjuangan pada Minggu malam pukul 21.15 wib. Ini seharusnya menjadi tamparan keras dan perhatian serius bagi semua pihak.
Bayangkan Ketua, rakyat hanya memperjuangkan haknya yang telah diblokir oleh pemerintah. Rakyat hanya memperjuangkan tempat tinggal mereka bernaung, rumah yang menjadi atap bagi anak istri mereka. Mereka tidak meminta lebih, mereka hanya menuntut kejelasan.
Mereka berteriak lantang: *Dimana keadilan bagi rakyat?*
Ini bukan sekadar aksi, ini adalah musibah kemanusiaan yang sangat besar. Di mana seorang pejuang hak harus meregang nyawa di tenda aksi demi memperjuangkan sertifikat rumahnya sendiri.
> Ketua DPW FRIC Provinsi Jambi Dody Candra dengan tegas menyampaikan: “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Seorang pejuang gugur di tenda perjuangan. Ini bukan cerita biasa Ketua, ini adalah jeritan rakyat! 5506 SHM diblokir, rakyat 7 kelurahan resah, mereka tidur di tenda bukan karena mau, tapi karena hak mereka belum ada kejelasan. Satu nyawa telah gugur karena kelelahan memperjuangkan haknya. Dimana hati nurani kita? Keselamatan rakyat di atas segalanya! Pemerintah seharusnya hadir memberikan solusi, bukan membiarkan rakyat berjuang sampai titik darah penghabisan di tenda aksi. Kami minta Pemerintah Kota, Pemerintah Provinsi, hingga Pemerintah Pusat buka mata, buka telinga, berikan solusi nyata untuk polemik Zona Merah Kota Jambi ini sebelum jatuh korban lagi!”
FRIC Jambi menegaskan, polemik 5.506 SHM yang diblokir di 7 Kelurahan Kota Jambi ini harus segera diselesaikan secara tuntas, humanis dan berkeadilan. Jangan sampai perjuangan rakyat yang sah justru berujung pada hilangnya nyawa.
Pemerintah harus hadir, mendengar, dan memberikan solusi. Karena di atas semua aturan, keselamatan dan hak hidup rakyat adalah yang utama.
*TURUT BERDUKA CITA UNTUK PEJUANG ZONA MERAH – ALM. BAPAK EL. PERJUANGANMU TIDAK AKAN SIA-SIA.*
—
*FRIC JAMBI – PASUKAN MEDIA ISTANA*
*TIM KONTRA NARASI – FAST RESPON INDONESIA CENTER*
*Ketua Dody Candra – Loyalitas Tanpa Batas*
*SUARA RAKYAT ADALAH SUARA KEADILAN – 5506 SHM ZONA MERAH HARUS TUNTAS!*
—
Dibaca: 18
No comments yet.