DPW Fast Respon Terima Aduan Terkait Pembuangan Limbah Oleh PT EBN Ke Sungai Batanghari Minta LH Tindak Lanjuti
Jambi
DPW Fast Respon Provinsi Jambi mendapat laporan pengaduan terkait Pembuangan limbah ayam oleh PT Era Guna Bumi Nusantara (EBN) ke Sungai Batang Hari.
Hak tersebut sempat mencuat ke publik, memicu kekhawatiran masyarakat dan aktivis lingkungan. Direktur PT EBN, (J), disebut-sebut bertanggung jawab atas pembuangan limbah yang dinilai mengerikan dan mencemari ekosistem sungai terpanjang di Sumatera tersebut.
Informasi ini mencuat di tengah kerja sama Build, Operate, and Transfer (BOT) antara PT EBN dan Pemerintah Provinsi Jambi. Namun, praktik pembuangan limbah tersebut memunculkan pertanyaan besar tentang komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Sejumlah warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Batang Hari mengaku mencium bau menyengat dan melihat perubahan warna air sungai. “Setiap hari ada bau busuk, dan air sungai berubah warna. Kami khawatir ini berdampak pada kesehatan warga,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Pihak Pemerintah Provinsi Jambi hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan Pencemaran Lingkungan sekitarnya aroma menyengat .
Pencemaran ini Namun, desakan dari berbagai pihak agar dilakukan investigasi semakin kuat. Aktivis lingkungan mendesak Pemprov Jambi segera bertindak tegas jika terbukti ada pelanggaran dalam pengelolaan limbah oleh PT EBN,bahwa LH lingkungan prop dan kota Jambi pada tahun 2023 pernah tinjau terhadap limbah dibuang bantaran sungai Batang Hari ,warga sekitar lokasi minta aparat ke polisian dan LH lingkungan propinsi Jambi dan kota segera ambil tindakan ,sesuai pelanggaran Yang dilakukan oleh Perusahaan PT EBN .
Selaku pengelola Pasar Angso duo Jambi harus bertanggung jawab limbah dan pengelolaan UPL limbah kotoran hewan dialirkan ke Sungai Batanghari
“Guna merespon laporan tersebut diminta LH tinjau dan beri sanksi terkait limbah tersebut ” ungkap Ketua Fast Respon Jambi.(Sumber Fokus Jambi)
Dibaca: 82
No comments yet.