admin • Okt 20 2026 •

FRIC : POLISI JUGA WAJIB MENDAPATKAN PERLINDUNGAN HUKUM SAAT BERTUGAS – JANGAN BIARKAN ANGGOTA DIKRIMINALISASI!
*KOTA JAMBI – EKSKLUSIF* – Di tengah sorotan publik yang tajam terhadap kinerja Kepolisian, Fast Respon Indonesia Center ( FRIC) H.Dian Surahman Melalui Dody Candra Ketua DPW Jambi, justru melontarkan pernyataan eksklusif dan berani yang berpihak pada perlindungan martabat anggota Polri di lapangan.
Dody Candra menegaskan FRIC merupakan wadah Media yang dipercaya Istana dan Mabes Polri sebagai tim kontrol sosial bagi Polri dan tidak Counter yang mendukung Polisi yang Presisi . Polisi juga adalah manusia dan warga negara yang wajib mendapatkan perlindungan hukum saat menjalankan tugas negara.(20/10/2026)
“Jangan hanya menuntut Polisi untuk profesional, humanis, dan presisi, tapi saat mereka bertugas di bawah ancaman, di bawah tekanan, di bawah hujan cacian, mereka dibiarkan sendirian tanpa perlindungan hukum. Polisi juga wajib mendapatkan perlindungan hukum saat bertugas!” tegas Ketua FRIC Jambi dengan lantang.
Menurut FRIC Jambi, anggota Polri bekerja di bawah sumpah, di bawah Tribrata dan Catur Prasetya. Mereka diperintahkan negara untuk hadir di titik paling berbahaya, menghadapi massa anarkis, menghadapi pelaku kejahatan bersenjata, menghadapi konflik horizontal, sementara risiko hukum selalu mengintai mereka.
“Ketika anggota Polri mengambil tindakan tegas terukur sesuai SOP untuk melumpuhkan pelaku kejahatan, ketika mereka membubarkan aksi anarkis demi menjaga ketertiban umum, seringkali mereka justru dilaporkan, diviralkan, dikriminalisasi oleh pihak-pihak yang tidak suka. Siapa yang melindungi mereka? Inilah yang harus negara pikirkan!” ungkap Dody.
FRIC Jambi menilai, sudah saatnya ada penguatan regulasi yang jelas tentang Perlindungan Hukum Terhadap Anggota Polri yang Bertugas. Dan berlaku tegas bagi personel yang melakukan pelanggaran ditindak sesuai kode etik berlaku
Jangan sampai, anggota di lapangan menjadi takut bertindak, ragu mengambil keputusan karena takut dipidanakan, takut di-PTDH-kan, padahal yang ia lakukan adalah perintah undang-undang.
“Bayangkan Ketua, jika Polisi takut bertindak karena tidak ada jaminan perlindungan hukum, yang rugi siapa? Yang rugi adalah rakyat! Kejahatan akan merajalela, premanisme akan tumbuh subur, karena Polisinya ragu-ragu bertindak. Maka perlindungan hukum bagi Polisi yang bertugas secara sah adalah harga mati!” tandasnya.
FRIC Jambi memberikan 3 poin tuntutan eksklusif:
*1. JAMINAN PERLINDUNGAN HUKUM SECARA LEMBAGA:* Setiap anggota yang bertugas sesuai SOP dan perintah atasan yang sah, wajib dibela penuh secara hukum oleh institusi, bukan dibiarkan mencari pengacara sendiri.
*2. HENTIKAN KRIMINALISASI ANGGOTA YANG BERTINDAK TEGAS TERUKUR:* Bedakan mana pelanggaran prosedur dan mana tindakan tegas yang memang dibutuhkan dalam situasi bahaya. Jangan samakan.
*3. EDUKASI PUBLIK:* Masyarakat harus diedukasi bahwa Polisi yang bertugas adalah representasi negara. Melawan Polisi yang sah sama dengan melawan hukum. Jangan dibalik, Polisi yang bertugas justru yang dilawan.
> “Kami FRIC Jambi adalah mitra kritis dan loyalis Polri. Kami akan keras mengkritik jika ada oknum yang menyimpang, tapi kami akan menjadi yang paling depan pasang badan jika ada anggota Polri yang bertugas dengan benar lalu dikriminalisasi! Loyalitas Tanpa Batas kami bukan slogan kosong. Polisi itu garda terakhir penjaga negara. Saat tentara masih di barak, Polisi sudah di jalan menghadapi rakyat, menghadapi peluru, menghadapi fitnah. Maka negara wajib hadir melindungi mereka secara hukum. Lindungi anggota yang bekerja dengan hati untuk rakyat! Jangan biarkan mereka berjuang sendirian!”
Pernyataan eksklusif FRIC Jambi ini diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak, bahwa membangun Polri yang Presisi tidak hanya dengan menuntut, tetapi juga dengan melindungi.
Polisi yang terlindungi hukumnya, akan lebih berani, lebih profesional, dan lebih humanis dalam melayani masyarakat.
POLRI KUAT, RAKYAT TERLINDUNGI. LINDUNGI POLISI YANG BERTUGAS UNTUK NEGARA!
—
*FRIC JAMBI – PASUKAN MEDIA ISTANA*
*TIM KONTRA NARASI – FAST RESPON INDONESIA CENTER*
*Ketua Dody Candra – Loyalitas Tanpa Batas*
*MITRA KRITIS – LOYALIS POLRI – KAMI BERSAMA POLRI YANG PRESISI & HUMANIS!*
*STOP KRIMINALISASI POLISI YANG BERTUGAS SESUAI SOP!*
PEMERINTAH PERLU REGULASI DAN SOLUSI NYATA BAGI TAMBANG EMAS DAN MINYAK DI PROVINSI JAMBI – JA...
FRIC HARAPKAN KAPOLRI BERSIH-BERSIH INTERNAL, JANGAN ADA TERLIBAT ATAU BEKING JARINGAN NARKOBA, R...
FRIC: APRESIASI ERA KAPOLRI SUYUDI TAK KASIH NAFAS DAN RUANG BAGI PEREDARAN NARKOBA Fast Respon Indo...
*PERKUAT STABILITAS NASIONAL: FRIC JALIN KOLABORASI STRATEGIS DENGAN BAINTELKAM POLRI CIPTAKAN KONDU...
Ombudsman RI Ungkap Titik Rawan Maladministrasi yang Berpotensi Korupsi pada Layanan Pertanahan dan ...
FRIC SALUT! KECERDASAN STRATEGIS PRESIDEN PRABOWO – JAUH HARI BACA KRISIS PANGAN & ENERGI ...

Sambut Dubes India, Gubernur Al Haris Buka Peluang Kerja Sama Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, M...
Kadis Kominfo Ariansyah Gunting Pita Bedah Rumah Bantuan PT. Semen Padang Desa Muara Kumpeh (Diskominfo Provinsi Jambi) – PT. Semen Padang...
Silaturahmi dengan Pondok Pesantren Darul Arifin, Kapolda Jambi Ingatkan Pendidikan Perlu Disiplin dan Pemanfaatan Teknologi Secara Positif &n...
Kapolda Jambi Terima Audiensi SKK Migas, Perkuat Sinergi Dukung Stabilitas dan Investasi Sektor Hulu Migas Jambi – Kapolda Jambi Irjen Pol. Kr...
*Kunjungan Kerja ke Korea , Menteri Hukum Sambangi KBRI Seoul* Seoul – Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, bersama tim delegasi pemerinta...

No comments yet.