Manajemen RSUD Raden Mattaher Jambi Bobrok , Ratusan Honorer Untuk Rasa Belasan Tahun Tidak Dimasukkan Dalam Database.
JAMBI — SGN Com- RSUD Raden Mattaher didemo Ratusan orang honorer . Para honorer RSUD Raden Mattaher tersebut menuntut atas ketidakadilan dari pihak Rumah sakit terhadap mereka. Dikarenakan mereka tidak dimasukkan ke dalam database setelah mengabdi belasan tahun .
Dalih dari pihak manajemen RSUD dikarenakan rumah sakit Masi berstatus BLUD. Sementara rumah sakit pemerintah provinsi lainnya seperti rumah sakit jiwa Provinsi Jambi statusnya juga BLUD, namun honor di sana terdaftar di database.
Kekecewaan para honorer tidak terdaftar di database, mereka tidak bisa mendaftar ASN PPPK, dan itu sangat merugikan bagi honor yang telah mengabdi di RSUD tersebut .(07/10)
“Sudah belasan tahun kami mengabdi di sini, tapi tidak masuk database, alasannya karena BLUD, padahal Rumah sakit lain juga BLUD tapi mereka terdaftar di database. Ini yang kami sesalkan,” kata seorang perawat.
Orasi yang disampaikan dengan menuntut akan kejelasan status mereka agar dimasukkan kedalam database sehingga bisa untuk kuota PPPK.
Formasi saat ini sangat sedikit sekali. Sementara honorer di RSUD Raden Mattaher cukup banyak,” ungkap nya
“untuk ASN sendiri sangat sedikit malah lebih banyak tenaga honorer , sangat disesalkan tugas sama berat serta tanggung jawab honorer hampir sama, tapi kesejahteraan jauh dari mereka,” katanya.
“Kami meminta kepada Gubernur Jambi dan DPRD Provinsi Jambi untuk prihatin atas nasib kami.
Ada yang belasan tahun mengabdi disini tapi jauh dari kata sejahtera,” sesal Nara sumber
Selain menuntut formasi PPPK, ratusan tenaga honor ini juga menuntut keadilan dan pemerataan insentif BPJS yang mereka terima.
Juda l insentif BPJS diduga dipermainkan oleh pihak manajemen. Siapa yang protes akan lebih banyak mendapatkan insentif, sementara yang tidak protes akan menerima alakadarnya.
Ketika dipertanyakan jika tuntutan atau orasi mereka tidak didengar dan disikapi oleh pihak manajemen rumah sakit maka mereka akan melakukan aksi yang cukup besar lagi bahkan mereka akan melakukan aksi mogok kerja,kami aksi unjuk rasa bergeser ke Gedung DPRD Provinsi Jambi ” ungkap pendemo. (Red)
No comments yet.