Ketua DPW FRIC Provinsi Jambi Apresiasi Sinergi Tiga Pilar Upaya Maksimal Penanganan Karhutla .
Jambi – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Fast Respon Indonesia Center Provinsi Jambi , Dody Candra beri apresiasi kepada tiga Pilar yakni Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno Halomoan Siregar, S.I.K., M.H., Pemerintah Provinsi Jambi Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., dan TNI Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, S.IP., M.M., dan Kapolres serta Dandim jajaran yang turun langsung melakukan monitoring dan evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Jambi .
Sinergi tersebut dilaksanakan sebagai bentuk sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD dan seluruh unsur terkait dalam memastikan penanganan Karhutla berjalan secara optimal, sekaligus melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi di lapangan
Tim gabungan melakukan penyiraman pada titik hotspot terdekat sebagai bagian dari upaya penanganan dan pendinginan area yang terdampak.
Selain melakukan pemantauan, rombongan juga memberikan perhatian dan himbauan kepada masyarakat yang terdampak Karhutla.
Kapolda Jambi menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Polda Jambi dan KOREM 042/Gapu mengerahkan ratusan personel yang tergabung dalam Satgas Karhutla untuk melakukan pencegahan, pemadaman, pendinginan, patroli serta penegakan hukum.
Terkait aspek penegakan hukum, Kapolda menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 7 (tujuh kasus) dengan 8 (delapan tersangka) yang masih dalam proses penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami apakah kejadian tersebut terdapat unsur kesengajaan atau tidak.
“Untuk tujuh kasus dengan delapan tersangka masih terus kita dalami. Penyidik akan memeriksa dan mengkonfirmasi seluruh fakta yang ada di lapangan untuk memastikan apakah terdapat unsur kesengajaan maupun faktor lainnya. Proses hukum akan dilakukan secara profesional berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti yang ditemukan,”.
Pentingnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, masyarakat dan seluruh unsur terkait dalam mencegah meluasnya Karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kerawanan tinggi.
“ Satgas karhutla tidak hanya fokus pada pemadaman ketika api sudah muncul, tetapi juga pencegahan. Masyarakat dan seluruh pihak harus bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu Karhutla
Jangan membuka lahan dengan di bakar yang berdampak buruk bagi semuanya , dan dari data yang diperoleh yakni : JUMLAH HOTSPOT TMT 1 JANUARI S.D 27 AGUSTUS 2026 DI PROVINSI JAMBI SEBANYAK 4.682 ΤΙΤΙΚ
LUAS AREA TERBAKAR TMT 1 JANUARI S.D 27 AGUSTUS 2026 SEBANYAK 954,41 НА
Wilayah yang terdampak karhutla :
KAB. MUARO JAMBI ± 302,93 HA
KAB. TANJAB BARAT ± 214,40 HA
KAB. SAROLANGUN : 143,61 HA
KAB. BATANG HARI : ± 95,53 HA
KAB. TANJAB TIMUR : ± 88,88 HA
KAB. TEBO : ± 84,76 HA
KAB. BUNGO : 14 HA
KAB. MERANGIN : ± 10,30 HA
Dan saat ini tim gabungan terus berupaya tanpa kenal lelah untuk menangani karhutla tersebut , semua bisa teratasi jika bersinergi ” pungkas Dody (28/07/2026)
Dibaca: 42
No comments yet.