Ketua DPW FRIC Jambi: Profesionalisme Dituntut, Kesejahteraan Anggota Polri Wajib Menjadi Perhatian Negara
Jambi
Di tengah sorotan publik yang semakin tajam, tuntutan profesionalisme kepada anggota Polri semakin tinggi. 24 jam siaga. Hadapi massa. Berantas kejahatan. Jaga Kamtibmas.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Fast Respon Indonesia Center Provinsi Jambi menyatakan “Penguatan kesejahteraan Polri Fondasi Profesionalisme dan Keamanan Nasional. Polri berdiri digaris depan , kesejahteraan wajib menjadi perhatian negara
Namun di sisi lain, masih ada suara-suara dari dalam yang merasa kesejahteraan belum sepenuhnya berpihak.
Tunjangan belum layak. Fasilitas minim. Beban tugas berat, tapi apresiasi sering luput bahkan hujatan dan hinaan diterima .
Profesional harus dilaksanakan , tapi kesejahteraan juga adalah bagian dari penghormatan negara kepada pengabdian anggotanya.
Karena Polri yang kuat, lahir dari anggota yang sejahtera. Dan masyarakat yang aman, lahir dari Polri yang profesional.Polri dituntut profesional tinggi, dengan sorotan yang tajam sampai resikonya besar.Tentang resiko yang besar dan keluarga yang menunggu di rumah. Tentang tunjangan yang tak sebanding dengan resiko.
Profesionalisme bukan alasan untuk mengabaikan kesejahteraan.Karena hanya dengan kesejahteraan yang layak, lahirlah pengabdian yang tulus dan kinerja yang maksimal.
Profesional, humanis, presisi. Itu standar yang dituntut kepada Polri saat ini.Setiap tindakan diawasi kamera. Setiap keputusan jadi penilaian publik.
Namun di lapangan, banyak anggota masih bergulat dengan persoalan klasik, seperti dalil kesejahteraan. Rumah dinas terbatas, tunjangan operasional pas-pasan, jam kerja tak mengenal waktu.
Profesionalisme memang harga mati. Tapi kesejahteraan adalah bahan bakar agar mesin pengabdian itu terus berjalan.
Sudah saatnya negara hadir, tidak hanya menuntut, tapi juga menjamin kesejahteraan bagi para penjaga negeri ini.
Maka saran dari Fast Respon Indonesia Center Presiden dan DPR RI perlu memperhatikan kesejahteraan anggota Polri yang berjibaku tanpa kenal batas mengabdi untuk negara dan masyarakat
FRIC yang mendampingi Polri, melihat Polri menghadapi masyakarat bukanlah hal mudah , setiap kinerja dituntut Humanis dan Profesionalisme ditengah tuntutan lapangan sorotan kamera yang sinis , tapi penegakkan hukum harus berjalan terhadap geng motor, tawuran dan kenakalan remaja lainnya semua pelaku dibawah umur , apa yang bisa dilakukan hukum tidak bisa berbuat , ujuk-ujuk hanya perjanjian dan terus berulang, serta banyak lagi tugas yang harus diselesaikan mereka untuk memberikan pelayanan dan pelindung bagi masyarakat (30/08/2026)
Tapi ditengah kerja yang dituntut prima , tapi kesejahteraan yang terabaikan , bagaimana bisa Profesional dan Prima jika kesejahteraan menjadi hambatan , walau harus ikhlas dilakukan
Sekali lagi perlu negara wajib memperhatikan kesejahteraan Polri, tunjangan kinerja Polri kedepannya bisa ada peningkatan ” pungkas Dody
Dibaca: 45
No comments yet.