*Oleh- Dody :* Renungan : “Manusia Itu Kuasanya Jika Nafas Masih Dibadan , Nafas Pergi Manusia Jadi Bangkai” Jangan Pernah Sombong !.
Sekedar renungan atau muhasabah diri bagi insan yang terlena akan dunia fana ini.
Perlu kita ingat Kesombongan dan kuasamu mu hanya sebatas nafas, jika nafas telah berhenti maka apa kuasa jasad , dan siapa yang bisa melarang Nafas pergi .
Mengenal asal kita , Kehebatan kuasa sang Pemilik Jasad , menciptakan kita prosesi dari tanah memakan hasil tanah (padi , sayuran , dll) di proses sehingga menjadi cairan dalam tulang Sulbi pria , kemudian prosesi dititipkan ke Rahim wanita.
Al Qur’an Surah At Thoriq Ayat 5:فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ مِمَ خُلِقَ(Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan.)Ayat 6:خُلِقَ مِنْ مَاءٍ دَافِقٍ(Dia diciptakan dari air yang terpancar [sperma].)Ayat 7:يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ(yang keluar dari antara tulang sulbi [punggung] dan tulang dada.)
Ribuan petarung berjuang untuk menjadi pemenang guna menembus untuk terjadi pembuahan dan berproses menjadi segumpal darah, segumpal daging , hingga membentuk jasad yang kemudian ditiupkan Ruh (Nafas)..hingga masanya selama keluar dari naungan (Kasih Sayang/rahim ibu ) 9 Bulan 10 hari dalam kasih sayang ibu , kemudian Sampai kembali dalam Rohim (Kasih sayang ) Allah yakni diberi kehidupan yang semua dijamin rezeki makhluk oleh Sang Pencipta
Al Qur’an Surah HUD Ayat Ke-6 Teks Arab: وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍArtinya: “Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”
Kita sangat malu seharusnya , apa yang kita capai semuanya adalah atas kehendak Nya bukan kuasa kita .
Maka tidak ada satupun yang layak kita sombong kan dalam kehidupan ini, jika kita punya kuasa maka pergunakan Kekuasaan Untuk Menjaga dan Melindungi yang lemah , itulah ” Sejatinya Manusia dan Manusia Sejati “.
Dalam Al-Qur’an melarang kita untuk sombong yakni dalam
Surat Luqman Ayat 18: Melarang memalingkan wajah dan berjalan angkuh, serta menegaskan bahwa Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.
Surat Al-Isra Ayat 37: Mengingatkan bahwa manusia tidak akan mampu menembus bumi atau menyamai tinggi gunung, sehingga dilarang berjalan dengan sombong.
Surat An-Nahl Ayat 23: Menegaskan bahwa Allah mengetahui segala rahasia dan perilaku manusia, dan Dia tidak menyukai orang-orang yang sombong
Semoga kita menjadi manusia yang pandai bersyukur , dan hidup berkah penuh manfaat dan manfaat penuh berkah .
Terima Kasih
(Penulis : Dody )
Dibaca: 55
No comments yet.