Breaking News
Categories
  • Agama
  • Daerah
  • Hukrim
  • Jambi
  • Kesehatan dan Bisnis
  • Kesehatan dan kuliner
  • Nasional
  • olah raga
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Politik
  • POLRI
  • Sport & Otomotif
  • TNI
  • Wisata
  • Wisata dan Kuliner
  • https://sinergritasnews.com/wp-content/uploads/2025/09/9ca8522c-78d0-41a2-ba18-96161e90d1e5.jpg

    Mengingat Lupa Sejarah TNI dan Polri

    • Des 24 2025 •

    Mengingat Lupa Sejarah TNI dan Polri

    Polri (Kepolisian Republik Indonesia) berdiri pada tanggal 1 Juli 1946, ketika Pemerintah Indonesia membentuk Badan Kepolisian Negara (BKN) dengan Peraturan Pemerintah No. 11/SK/1946. Namun, hari jadi Polri diperingati setiap tanggal 1 Juli karena pada tanggal itu, pada tahun 1946, Kepolisian Negara Republik Indonesia (PNRI) diresmikan sebagai bagian dari angkatan perang.

    Sejarah Polri sendiri dimulai sejak zaman kolonial Belanda, ketika pemerintah kolonial membentuk kepolisian pada tahun 1819 dengan nama “Politie”. Setelah kemerdekaan Indonesia, kepolisian mengalami beberapa perubahan nama dan struktur, hingga akhirnya menjadi Polri seperti yang kita kenal sekarang.

    Berikut beberapa tonggak penting dalam sejarah Polri:

    – 1819: Pemerintah kolonial Belanda membentuk kepolisian dengan nama “Politie”
    – 1946: Badan Kepolisian Negara (BKN) dibentuk
    – 1 Juli 1946: Kepolisian Negara Republik Indonesia (PNRI) diresmikan
    – 1965: Polri dipisahkan dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI)
    – 1999: Polri menjadi lembaga independen di bawah Presiden Republik Indonesia

    Hari Jadi Polri diperingati setiap tanggal 1 Juli untuk mengenang sejarah dan perjuangan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia

    Bhayangkara adalah nama pasukan pengawal raja dan sekaligus pengawal istana pada zaman kerajaan di Indonesia, khususnya di Jawa. Mereka bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan istana, serta melindungi raja dan keluarganya.

    Dalam konteks sejarah, Bhayangkara juga dikenal sebagai pasukan elit yang sangat setia dan berani, serta memiliki kemampuan bela diri yang tinggi. Mereka sering digambarkan sebagai pasukan yang tangguh dan tidak terkalahkan.

    Dalam bahasa Jawa, “Bhayangkara” berasal dari kata “bhaya” yang berarti “bahaya” dan “angkara” yang berarti “penjaga” atau “pengawal”. Jadi, Bhayangkara dapat diartikan sebagai “penjaga keamanan” atau “pengawal bahaya”.

    Dalam sejarah Polri, nama Bhayangkara juga digunakan sebagai nama pasukan khusus yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia

    TNI (Tentara Nasional Indonesia) berdiri lebih dahulu daripada Polri (Kepolisian Republik Indonesia).

    TNI memiliki akar sejarah yang lebih tua, yaitu dari zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 5 Oktober 1945, Badan Keamanan Rakyat (BKR) dibentuk, yang kemudian menjadi cikal bakal TNI. Pada tanggal 3 Juni 1947, Tentara Nasional Indonesia (TNI) resmi dibentuk.

    Polri, di sisi lain, berdiri pada tanggal 1 Juli 1946, ketika Pemerintah Indonesia membentuk Badan Kepolisian Negara (BKN), yang kemudian menjadi Kepolisian Negara Republik Indonesia (PNRI).

    Jadi, TNI berdiri sekitar 10 bulan lebih dahulu daripada Polri

    Polri langsung di bawah Presiden karena sejarah dan konstitusi Indonesia.

    Dalam Undang-Undang Dasar 1945, Pasal 30 ayat (4) menyatakan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) adalah bagian dari pemerintah yang berada di bawah Presiden.

    Sementara itu, TNI (Tentara Nasional Indonesia) berada di bawah Kementerian Pertahanan (Kemenhan) karena TNI adalah lembaga pertahanan negara yang bertanggung jawab atas keamanan dan pertahanan negara.

    Presiden sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata (Panglima TNI) memiliki wewenang atas TNI, tetapi dalam pelaksanaan sehari-hari, TNI berada di bawah koordinasi Kemenhan.

    Jadi, Polri langsung di bawah Presiden karena sifatnya sebagai lembaga penegak hukum yang independen, sedangkan TNI berada di bawah Kemenhan karena sifatnya sebagai lembaga pertahanan negara

    Share to

    Related News

    PEMERINTAH PERLU REGULASI DAN SOLUSI NYA...

    by • Okt 26 2026

    PEMERINTAH PERLU REGULASI DAN SOLUSI NYATA BAGI TAMBANG EMAS DAN MINYAK DI PROVINSI JAMBI – JA...

    FRIC HARAPKAN KAPOLRI BERSIH-BERSIH INTE...

    by • Okt 23 2026

    FRIC HARAPKAN KAPOLRI BERSIH-BERSIH INTERNAL, JANGAN ADA TERLIBAT ATAU BEKING JARINGAN NARKOBA, R...

    FRIC: APRESIASI ERA KAPOLRI SUYUDI TAK K...

    by • Okt 23 2026

    FRIC: APRESIASI ERA KAPOLRI SUYUDI TAK KASIH NAFAS DAN RUANG BAGI PEREDARAN NARKOBA Fast Respon Indo...

    PERKUAT STABILITAS NASIONAL: FRIC JALIN ...

    by • Okt 22 2026

    *PERKUAT STABILITAS NASIONAL: FRIC JALIN KOLABORASI STRATEGIS DENGAN BAINTELKAM POLRI CIPTAKAN KONDU...

    Ombudsman RI Ungkap Titik Rawan Maladmin...

    by • Okt 21 2026

    Ombudsman RI Ungkap Titik Rawan Maladministrasi yang Berpotensi Korupsi pada Layanan Pertanahan dan ...

    FRIC SALUT! KECERDASAN STRATEGIS PRESIDE...

    by • Okt 21 2026

    FRIC SALUT! KECERDASAN STRATEGIS PRESIDEN PRABOWO – JAUH HARI BACA KRISIS PANGAN & ENERGI ...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    Other News

    4.151 Personel Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta ...


    4.151 Personel Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta Pusat Hari Ini Jakarta – Polda Metro Jaya bersama TNI menyiapkan sebanyak 4.151 personel gabung...

    12 Jun 2026

    KAPOLRES TANJAB TIMUR PIMPIN APEL DAN AWASI LAN...


    *KAPOLRES TANJAB TIMUR PIMPIN APEL DAN AWASI LANGSUNG PELAKSANAAN TES URINE SELURUH PERSONEL*   **Tanjung Jabung Timur** – Kamis, 23 Juli...

    23 Jul 2026

    Kapolda Jambi , Wakapolda dan 4 PJU Polda Jambi...


    Kapolda Jambi , Wakapolda dan 4 PJU Polda Jambi Diganti JambiBerdasarkan surat Telegram dengan nomor 488/III/2025 tanggal 12 Maret 2025 yang dit...

    13 Mar 2025

    Polres Bungo  Berkomitmen Dan Tegaskan Mem...


    Kasat Narkoba Polres Bungo AKP Panji Lazuardi Berkomitmen Dan Tegaskan Memberantas Peredaran Narkotika Di Wilayah Hukumnya BUNGO – Satuan Rese...

    09 Apr 2026

    KETUM FRIC H. DIAN SURAHMAN: JANGAN JADIKAN PRO...


    KETUM FRIC H. DIAN SURAHMAN: JANGAN JADIKAN PROGRAM PRESIDEN SEBAGAI LADANG KORUPSI, TINDAK TEGAS PELAKUNYA! Jakarta, 14 Juni 2026 – Ketua Umu...

    14 Jun 2026
    back to top PAGE TOP